Pagi itu Harno benar-benar perlu uang. Tidak banyak, hanya lima ribu rupiah. Tapi yang namanya lagi tidak ada, tetap saja tidak mudah mencarinya. Mau pinjam saudara, tidak biasa. Mau pinjam teman, harus pilih-pilih.
Sejurus kemudian ia teringat Karjo, temannya yang kerjanya di jalanan. Ia segera ke sana.
”Jo, aku butuh uang lima ribu, nih. Bisa membantuku?” Harno mengutarakan maksudnya begitu ketemu Karjo.
Karjo tidak segera menjawab. ”Tunggu dulu, beberapa tiupan peluitku akan menjawab hajatmu!”
Harno menunggu di trotoar, melihat ulah Karjo.
”Priiit.....!” Suara peluit dari Karjo. Seperti pesulap, tangan Karjo bisa menghalau mobil, maju maupun mundur.
”Priit....!” Sekali lagi mobil pindah tempat, dan berlalu.
“Priit…!” Untuk ketiga kalinya mobil mewah dihalaunya.
Sesaat kemudian.
”Ini uang yang kau inginkan!” kata Karjo sambil menyerahkan beberapa lembar uang yang berjumlah lima ribu. ”Ini hasil lima peluitku. Terimalah!”
Harno tersenyum gembira.
“Terima kasih, Jo. Makasih!”
Harno kembali pulang, hendak membeli sekilo beras. Sementara Karjo kembali sibuk dengan peluitnya, mengatur mobil di arena parkir. (Ali Shodiqin)
Ini situs CERPEN HEBAT. Sudah cerita pendek, Hemat, hebat lagi! Dari yang sedikit ini diharapkan bisa memberi manfaat kepada semua pembaca.CERPEN HEMAT CERPEN HEBAT, CERPEN HEBAT CERPEN HEMAT, Benar-Benar CERPEN HEBAT.
Sabtu, 24 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Usia SMA/SMK : 4 Strategi Orang Tua Kuatkan Komunikasi dengan Remaja
SAHABAT KELUARGA- “Ide bahwa anak adalah sumber pasif yang mudah dibentuk oleh orangtua mereka adalah hal yang terlalu dibesar-besarkan...
-
Menganggur setelah menikah tentu bukan pilihan yang bagus. Termasuk Fandi yang istrinya telah hamil. Merasa memiliki tanggungan dan malu kep...
-
Bertahun-tahun Said melakukan itu sendirian. Walaupun tanpa ada yang membayar sepeserpun. Sebuah pekerjaan kasar, tukang kebun, memangkas po...
-
Entah bagaimana awalnya, Bos Dewi sudah tidak tertarik dipanggil “bos”. Menurutnya panggilan untuk orang kaya itu sudah usang. Membosankan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar